Selasa, 12 Juli 2011

Pesawat-pesawat Terbesar Sepanjang Masa



Posted by Mimin-ATN on 6:11 AM

Selama beberapa ribu tahun benda terbang di langit hanya ada dalam imajinasi saja, dalam cerita-cerita mitos dan cerita anak seperti The Roc dari Kisah Sinbad, Garuda dari Kisah Mahabarata atau lainnya. Setelah era mesin terbang dimulai orang-orang mulai berpikir kenapa tidak membuatnya sangat besar seperti dalam cerita-cerita itu? Dari era KA-70 tahun 1930-an hingga era Antonov AN-225 dari Rusia atau Jumbo Jet Airbus A380 dari Eropa, inilah pesawat-pesawat yang terbesar dalam sejarah umat manusia.




Bicara soal pesawat besar berarti bicara mengenai siapa yang seharusnya disebut menjadi yang pertama dalam penerbangan manusia - semua tergantung pada siapa Anda bicara (lihat posting sejarah mesin terbang). Penemu-penemu itu jarang menciptakan sesuatu dari nol. Sukses mereka seringkali adalah hasil dari menggabungkan sukses-sukses lain sebelumnya, atau mempelajari dari kegagalan-kegagalan penemu lainnya. Beberapa kasus, cuma karena keberuntungan belaka.



Monster yang Suka Batuk, Berisik, dan Serem

Wright bersaudara sering disebut-sebut sebagai pionir penerbangan bermesin pertama, tapi Gustave Whitehead, Alexander Feodorovich Mozhaiski, Clement Ader, dan banyak lainnya seharusnya kebagian mendapatkan sebutan itu juga. Siapapun yang bertanggung jawab, tidak lama kemudian langit dipenuhi oleh mesin-mesin ringkih yang suka batuk dan berisik.


Perang Dunia Pertama-lah yang merubah mesin-mesin terbang ini dari hobi yang mematikan untuk meraih ketenaran menjadi mesin perang yang benar-benar mematikan. Perang membantu mengembangkan ilmu penerbangan dan kebutuhan akan pesawat yang lebih besar.

Sebuah pesawat monster pada masa itu adalah Ilya Murometz buatan Igor Sikorsky, lanjutan dari pesawat legendarisnya Russky Vitaz, pesawat terbang pertama dengan empat mesin. Tapi Ilya Murometz tidak memulainya sebagai monster di langit. Aslinya didesain sebagai pesawat penumpang mewah dengan penerangan listrik, pemanas, toilet, bahkan lantai kaca, pesawat pembom ini terlihat menawan sekaligus menakutkan bagi penumpang-penumpang kayanya.



Dengan pendekatan yang sama adalah Tupolev ANT-20 "Maxim Gorky":


Dan inilah sebuah pesawat moster Rusia raksasa dari awal tahun 1930-an: KA-7 (info), oleh engineer Kalinin, seorang yang juga politikus yang tidak begitu dikenal.




Berseni dan Elegan di Antara Peperangan

Pada tahun-tahun perang, pesawat-pesawat terus dibuat makin besar. Konsep dahsyat seperti Norman Bel Geddes Airliner Number 4 muncul, dengan 9 dek akomodasi hotel mewah, bar, dan ruang-ruang mesin:



Menyediakan tempat yang nyaman untuk 606 penumpang, dengan mudah membawa mereka menyeberangi Atlantik. Lebih jauh baca di sini. Sepertinya inilah konsep pengembangan logis dari British Airliner di tahun 1910-an untuk masa depan.


Jangan lupakan juga yang ini, konsep "Freak of the Month" dari Modern Mechanics, 1931:


Tapi mari kita kembali dari mimpi. Lihatlah Handley Page HP42 yang elegan contohnya: pesawat cantik dengan empat mesin dan track record yang impresif karena tidak pernah jatuh selama pengoperasiannya.



Satu yang lebih besar dan lebih cantik di beberapa dekade berikutnya adalah Boeing Stratoliner tahun 1936. Dijuluki "Ikan Paus" karena gemuknya, pesawat ini tidak hanya sangat besar tapi juga berseni dimana di masa sekarang kita menikmati penerbangan yang nyaman karena teknologi yang awalnya ada pada pesawat berwarna silver ini.


Pesawat lainnya yang juga besar dan legendaris adalah H-4 Hercules. Diperdebatkan untuk menjadi standar bagaimana pesawat bebadan lebar dibuat. Satu-satunya penerbangannya adalah di tahun 1947, ketika pesawat ini terbang sekitar satu mil, mencapai ketinggian 70 kaki. Awalnya dibuat untuk kepentingan transportasi militer, lebih umum dikenal dengan sebutan "The Spruce Goose" karena tidak disukai - setidaknya oleh penciptanya Howard Huges.



Pesawat ini awalnya dipesan oleh pemerintah Amerika Serikat pada perang dunia II sebagai pesawat kargo untuk mengangkut pasukan dan tank. Didesain oleh Howard Huges dan merupaka pesawat terbang terbesar di masanya dan masih menjadi yang terbesar untuk pesawat boat (ampibi) yang pernah dibuat. Juga merupakan pemegang rekor bentangan sayap terbesar 97,5 meter, pesawat paling jangkung 24,2 meter, dan pesawat terbesar yang pernah dibuat dari bahan kayu.



Si Buruk Kejam Milik NAZI


Messerschmitt Me 321, awalnya diciptakan sebagai pesawat glider, sanggup menangani kargo dalam jumlah besar. Sanggup mengangkut 130 tentara dan 23 ton peralatan.


Karena raksasa ini demikan besar, menerbangkannya adalah suatu masalah sendiri. Pertama harus ditarik dulu oleh dua bomber Heinkel 111, yang merupakan alternatif gagal. Lalu mereka mencoba menggabungkan dua 111 untuk membuat mesin monster Frankestein ini. Akhirnya Luftwaffe menanamkan mesinnya ke Me321, yang membuatnya makin menjadi pesawat bertampang paling buruk, tapi setidaknya dia bisa terbang.



Pembom-pembom Raksasa

Di sisi lain dari perang adalah seekor elang, burung besi berwarna perak : si besar dan cantik B-29 Superfortress. Meski harus setengah mati untuk membuat B-29 yang berat ini untuk mengangkasa hingga ketinggian 40.000 kaki, sekali dia di atas sana tidak ada satupun yang sanggup mencapainya atau di kecepatan 350 mil-per-hour, mampu mengejarnya. Bahkan jika ada yang dibuat untuk mendekatinya, pertahanannya yang mumpuni dapat melumpuhkannya. Dipersenjatai dengan banyak peralatan impresif (dengan beberapa masalah yg bikin frustasi), pesawat ini tetap dioperasikan hingga masa perang Korea.


Dengan munculnya mesin jet, desainer-desainer pesawat mulai memikirkan sesuatu yang benar-benar besar. Memikirkan pesawat raksasa kebanyakan terbayang Bomber B-52, dengan 8 mesinnya. tetapi sebelum era B-52 ada bomber raksasa Amerika lainnya: Convair B-36 "Peacemaker"










Seperti B-29 (bukan merek sabun -red), B-52 "Stratofortress" adalah satu mesin terbang yang powerful, raksasa yang berat. Dan pesawat ini masih dirawat hingga kini dan masih dioperasikan.






Bomber-bomber besar bertransformasi menjadi pecahan-pecahan atau bagian dari LEGO dalam piliran para insinyur pada masa perang dingin:

Arthur Kimes menulis: "Soviet waktu itu mengajukan proposal untuk menggabungkan sekumpulan pesawat menjadi sebuah yang benar-benar besar. Seperti mimpi permainan LEGO yang jadi kenyataan. Kemudian di tahun 1950-an USAF punya rencana untuk menggabungkan 3 B-36 (ujung sayap dengan ujung sayap) untuk memperoleh satu sistem yang lebih luas range-nya. Ketika raksasa ini mendekati Uni Soviet masing-masing akan melepaskan bomber tempur yang dibawanya (mungkin F-92 - yang juga tidak pernah dibuat) dan bomber-bomber fighter ini akan meluncur dengabn kecepatan tinggi dan menjatuhkan bom-bomya ke target. B-36 masing-masing akan memisahkan diri dan kembali ke base, dan F-29 akan mencoba terbang ke wilayah terbang sekutu di Turki atau lainnya."


"Ketika Anda berpikir B-36 masih menjadi bomber terbesar yang pernah dibuat, ide menggabungkan 3 pesawat ini di ujung sayapnya adalah hal yang sangat mengherankan."

Pesawat Bertampang Paling Buruk Yang Pernah Dibuat?
The Aero Spacelines Super Guppy kelihatan lebih mirip monster di film-film Jepang daripada sebuah pesawat terbang. Si Guppy ini palng banyak digunakan untuk mengangkut komponen-komponen pembuat pesawat lainnya.



Airbus A300-600ST (Super Transporter) atau Beluga:




Inilah pesawat pengangkut Rusia VM-T "Atlant" yang digunakan dalam program ruang angkasa Buran and Energia, yang mungkin merupakan satu-satunya yang sanggup mengangkut barang yang lebih besar dan lebih berat dari ukurannya sendiri di atas punggungnya.


Memindahkan tanki bahan bakar untuk Roket Energia stage 2:



Kapal Induk Lockheed Bertenaga Nuklir

Tidak ada yang bisa mendekati ukuran dari konsep yang tidak bisa dipercaya ini yang dikembangkan oleh Lockheed di tahun 1970-an:


Lihat pesawat-pesawat anaknya yang menempel di sayapnya. Sulit dibayangkan sesuatu yang lebih besar dari ini ada di langit, meski bentuknya masih mirip dengan pesawat biasa. Pesawat dengan ukuran sebsar ini hanya akan mendarat di perairan layaknya "Titanic Flying Boat".

Pesawat-pesawat Raksasa Masa Kini

Tidak seperti B-29 dan B-52, yang tidak selalu menunjukkan sosok raksasanya, C-5 Galaxy terlihat lebih seram meski hanya dijadikan gambar di perangko. Bentangan sayapnya tidak hanya lebih panjang dari penerbangan pertama Wright bersaudara tapi raksasa ini juga sanggup mengangkut beban seberat 180 ribu pounds (sekitar 90 ton). Sempat menjadi yang terbesar saat peluncuran pertamanya di tahun akhir 1960-an.




Tapi pesawat raksasa terbesar yang masih terbang hingga saat ini atau sepanjang masa adalah Antonov AN-225, dengan 6 mesin raksasanya yang tidak hanya lebih panjang dari penerbangan pertama dalam sejarah tapi juga mungkin mampu membawa seluruh isi dari satu, dua, atau tiga museum pesawat. Monster ini sanggup membawa beban hingga 550 ribu pounds (275 ton!). Beh...







Lihat chart perbandingannya ini:

Tetapi untuk pesawat penumpang tidak ada yang lebih besar dari monster ini, Airbus A-380. Gambar di bawah ini memperlihatkan ukurannya dibandingkan dengan pesawat- penumpang lainnya di sebuah airport.




Mimpi untuk membuat pesawat-pesawat raksasa seperti dalam dongeng-dongeng Sinbad dan Mahabarata telah menjadi kenyataan bahkan lebih besar dari yang dilukiskan di dongeng-dongeng itu.

sumber:aneh-tapi-nyata.blogspot.com

Berapa Biaya Proyek Jembatan Selat Sunda?


Biaya proyek diperkirakan akan naik seperti terjadi pada megaproyek lainnya.


Nur Farida Ahniar, Ajeng Mustika Triyanti



VIVAnews- Megaproyek Jembatan Selat Sunda kini intensif digodok. Estimasi biaya juga berubah seiring semakin intensifnya pembahasan.

Jika dulu diperkirakan proyek ini akan memakan sekitar Rp100 triliun, angkanya lalu berubah menjadi Rp170 triliun. Namun kini proyeksi angkanya proyek meningkat menjadi Rp215,375 triliun (US$25 miliar). Investasi untuk biaya studi kelayakan dan desain dasar saja memakan biaya US$150 juta (Rp1,29 triliun)

Menurut bahan dari Kementerian Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, angka itu masih bersifat estimasi awal berdasar kuantitas/volume pekerjaan dan harga satuan pekerjaan. Hal itu mengacu pada pengalaman proyek serupa seperti Jembatan Suramadu, jembatan Akashi Kaikyo (Jepang), dan lainnnya.

Biaya proyek diperkirakan akan naik seperti terjadi pada proyek dengan skala megaprogyek yang membuat nilai estimasi harga proyek naik signifikan. Rincian itu juga memerlukan pendalaman lebih lanjut karena belum dimasukkan harga pengadaan lahan, biaya perencanaan, biaya finansial dan sebagianya.

Dalam bahan itu juga disebutkan pendapatan lain di luar tol sangat potensial seperti dari sponsor proyek, misalnya penyediaan utilitas (telepon, jalur pipa migas, dan sebagainya). Proyek itu perlu dipaketkan sebagai kesatuan dengan konsep pengembangan wilayah untuk menjamin adanya subsidi silang bagi pembiayaan proyek serta menjamin keberlanjutannya.

Pemerintah dihadapkan keterbatasan sumber dana karena secara nasional kontribusi anggaran pemerintah (APBN) hanya 30 persen, sedangkan 70 persen merupakan kontribusi swasta. Selain itu penggunaan pemerintah dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan kecemburuan pemerintah daerah lain.

Untuk itu pemerintah harus mendorong kerjasama pemerintah dan swasta dalam pembangunan JSS. Skema pendanaan yang memungkinan dilakukan pemerintah yaitu dengan pinjaman dalam negeri, pinjaman hibah luar negeri, penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN). (adi)





• VIVAnews

Menhan AS: Kemampuan Militer Iran Hapus Pengaruh Militer AS di Dunia


Konspirasi.com, - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates dalam sebuah pidatonya di Akademi Angkatan Udara Colorado (AFA) mengakui peningkatan kemampuan militer Republik Islam Iran. “Kemajuan militer Iran menghapus pengaruh militer AS di dunia,” aku Gates.

Hal ini disampaikan Gates saat memberikan sambutan di depan para taruna akademi angkatan udara AS di Colorado. Menurutnya kemajuan militer Iran, Cina dan Korea Utara menghapus pengaruh militer AS di dunia. Demikian dilaporkan Fars mengutip Reuters.

Ia menekankan, mencermati produksi senjata Cina, Iran dan Korea Utara mulai dari rudal Cruise dan Balistik hingga kapal selam canggih serta sistem anti udara sepertinya kesemuanya itu ditujukan untuk melumpuhkan persenjataan militer Amerika. (IRIB/Fars/MF)
Kata kunci:

Ekonomi Indonesia Geser Jepang 2030?

Jakarta, Pada 2030, ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalahkan Jepang. Pada tahun itu, Indonesia menempati peringkat ke lima negara terbesar, sedangkan Jepang peringkat ke enam.

Dalam laporan khusus Stanchart berjudul “The Super-Cycle Report”, Indonesia mulai menjadi negara bersinar yang semula menempati peringkat ke-28 pada 2000, bakal menjadi salah satu raksasa ekonomi ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang. Berada di posisi kelima, Indonesia akan tampil mendampingi China, Amerika Serikat, India dan Brazil.

Laporan Stanchart sesungguhnya menambah daftar beberapa laporan lembaga keuangan dunia sebelumnya yang meyakini Indonesia bakal menjadi pemain terkemuka dalam beberapa dekade mendatang.

Sebelumnya, Goldman Sachs Group memperkenalkan empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020 dengan sebutan BRIC, kepanjangan dari Brazil, Rusia, India dan China. BRIC akan menjadi kekuatan ekonomi paling dominan pada 2050.

Selain BRIC, Goldman Sachs membuat istilah baru, yakni Next11. Ini mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan Bangladesh.

Lembaga keuangan lainnya, Morgan Stanley malah mengusulkan tambahan Indonesia pada BRIC menjadi BRICI. Alasannya, dalam lima tahun ke depan, lembaga terkemuka ini memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai US$800 miliar.

Majalah bergengsi The Economist, pada Juli 2010 juga memasukkan Indonesia sebagai calon kekuatan ekonomi baru pada 2030 di luar BRIC. The Economist mengenalkan akronim baru dengan sebutan CIVETS, kepanjangan dari Colombia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa.

Laporan Stanchart menyebutkan negara-negara berkembang akan melampaui negara maju dengan lebih baik. Akibatnya, keseimbangan kekuatan global ekonomi akan bergeser tegas dari Barat ke Timur.

Pemicunya adalah peningkatan perdagangan, terutama pada pasar-pasar dari negara berkembang, industrialisasi yang pesat, urbanisasi dan meningkatnya masyarakat kelas menengah di negara berkembang.

“Asia akan mendorong sebagian besar dari pertumbuhan global selama 20 tahun ke depan,” kata Stanchart.

***

Saat ini, Indonesia yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN memang sudah masuk dalam jajaran 20 kekuatan ekonomi dunia yang tergabung dalam forum G-20. Namun, Indonesia belum masuk ke dalam 10 negara besar dunia.

Namun, seperti dilaporkan Stanchart, pada 2020 Indonesia bakal masuk peringkat 10 raksasa ekonomi dunia dengan total PDB US$3,2 triliun. Sementara pada 2030, Indonesia bakal mengalahkan Jepang yang melorot ke peringkat enam dari peringkat lima 2020. Pada saat itu, PDB Indonesia diperkirakan mencapai US$9,3 triliun.

Pertanyaannya, mengapa Indonesia bakal menjadi kekuatan baru ekonomi dunia seperti halnya China dan India?

Menurut Stanchart, negara-negara ini memiliki suplai tenaga kerja yang murah dan produktif mendukung pertumbuhan negara Asia yang diperkirakan tumbuh rata-rata 5,2 persen.

Khusus Indonesia, menurut Stanchart, akan menjadi negara bersinar lantaran juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen dalam dua dekade mendatang. Pertumbuhan ini didukung oleh komoditas ekspor. “Indonesia bahkan seharusnya bisa mendepak Rusia dalam kelompok BRIC,” tulis laporan Stanchart.

Namun, untuk menggapai impian besar tersebut, Indonesia dan negara-negara Asia lainnya menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranyar adalah perlunya meningkatkan basis manufaktur agar mempunyai nilai tambah untuk memasok barang setengah jadi dan barang modal.

Selain itu, Indonesia juga harus mengatasi kurangnya infrastruktur, dan sektor jasa harus melengkapi sektor manufaktur untuk menambah dorongan bagi pertumbuhan ekonomi.

sumber: vivanews

Minggu, 14 November 2010

Ternyata, Orang Pintar Lebih Banyak Jadi Pengangguran

Andina Meryani - Okezone
Ilustrasi: F Simbolon/Koran SI

BANDUNG - Tingkat pengangguran terbuka (TPT)dari kalangan berpendidikan tinggi jauh lebih banyak dibanding yang berpendidikan rendah. Wow!

Berdasarkan data survei angkatan kerja (sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2010, jumlah TPT berpendidikan terendah yaitu Sekolah Dasar (SD) tercatat sebesar 3,71 persen. Namun, TPT untuk pendidikan tertinggi yaitu Universitas tercatat sebesar 14,24 persen.

Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Wendy Hartanto menyatakan fenomena tersebut membuktikan bahwa pendidikan rendah lebih mudah bekerja dibanding pendidikan yang lebih tinggi karena mereka cenderung lebih memilih.

Namun, masalah di sini adalah jenis pekerjaan bagi masyarakat berpendidikan rendah tidak mampu menghasilkan pendapatan yang layak. Mereka dikatakan bekerja apabila telah melakukan suatu pekerjaan dan mendapatkan penghasilan setidaknya selama tujuh jam dalam seminggu secara berturut-turut.

"Yang berpendidikan SD itu gampang sekali mencari kerja, contohnya dia mau jadi apa saja, seperti jadi tukang pikul di pasar. Kalau yang pendidikan tinggi banyak sekali yang nganggur karena mereka cenderung pilih-pilih mana yang cocok," ujarnya dalam Workshop Wartawan 2010 'Membawa Statistik Lebih Dekat ke Masyarakat' di Hotel Golden Flower, Bandung, Sabtu (13/11/2010).

Dia pun menuturkan, fenomena meningkatnya pendidikan masyarakat ini terutama di pedesaan menjadi suatu permasalahan sendiri dalam menciptakan pengangguran. Pasalnya, semakin tinggi pendidikan masyarakat di pedesaan juga mengancam sektor pertanian, karena mereka menjadi enggan untuk menjadi petani.

"Meningkatnya pendidikan masyarakat di pedesaan itu menjadi problem lapangan kerja di pertanian, karena tidak terisi. Jadi biaya pertanian semakin tinggi," jelasnya.

Dengan semakin banyaknya pengangguran yang berpendidikan tinggi, semestinya menjadi tugas pemerintah untuk bisa menangkap sumber daya manusia (SDM) yang tersedia dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak, tentunya harus juga dibantu oleh pihak swasta.

Selain itu, perguruan tinggi juga harus mampu menangkap peluang kerja seperti apa yang diperlukan di dunia luar sehingga mampu mempersiapkan lulusan yang siap bekerja.

Wendy pun menuturkan bahwa banyaknya orang berpendidikan tinggi yang sudah bekerja namun tidak sesuai dengan klasifikasi yang semestinya. Sehingga yang sangat mengkhawatirkan adalah kondisi over qualified di mana seorang berpendidikan universitas rela melakukan pekerjaan untuk level SMA demi bekerja.

"Ya contohnya seperti pekerjaan teller bank. Banyak yang pendidikannya Sarjana, tapi sebenarnya kerjanya level SMA, jadinya over qualified," tandasnya.(ade)