Senin, 21 Oktober 2013

Panglima TNI Kaji Kapal Selam Rusia

Kapal Selam Kilo Rusia
Kapal Selam Kilo Rusia
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku tertarik untuk mengkaji dan mendalami tawaran 10 kapal selam eks angkatan laut Rusia. Kondisi kapal selam tersebut dinyatakan masih memadai, namun TNI tetap akan melakukan verifikasi secara mendalam, sebelum mengambil keputusan.
Kapal selam dari Rusia sudah ada. Mereka membuka kesempatan karena kedekatan dengan kita
“Saya kira kita tertarik dengan itu. Sampai saat ini masih dilakukan kajian dan pendalaman. Dan kalau bisa, itu akan lebih bagus, ya,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko di sela-sela raker dengan Komisi I DPR RI
Panglima TNI mengatakan, pihaknya merespons sangat baik atas tawaran 10 kapal selam dari Rusia itu, karena memiliki efek gentar yang cukup baik. Apalagi kapal selam yang ditawarkan ke Pemerintah Indonesia cocok dengan kondisi Tanah Air, yakni jenis dan tipe kapal selam kelas menengah.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah mendapat tawaran untuk membeli sekitar 10 unit kapal selam dari Rusia. Jumlah ini di luar rencana pembelian tiga unit kapal selam dari Korea Selatan yang akan datang pada 2014.
“Kapal selam dari Rusia sudah ada. Mereka membuka kesempatan karena kedekatan dengan kita,” ujar Purnomo beberapa waktu lalu. Saat itu Purnomo menyatakan, pemerintah belum bulat untuk menerima tawaran Rusia karena masih harus mempertimbangkan dan menghitung biaya.
Selain harga kapal selam per unit, pemerintah juga harus mempertimbangkan besarnya biaya perawatan, pemeliharaan, perbaikan, dan kesiapan infrastruktur. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah usia atau masa guna kapal selam tersebut. “Kita sedang survei pangkalan kapal selam, salah satunya di Palu,”ujarnya.
Pada tahun 2024 , Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia, akan berada pada empat negara kuat di kawasan Asia Tenggara bersama Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bersama tiga negara ini, Indonesia akan membentuk ASEAN Defense Ministerial Meeting yang kuat dari ancaman kawasan luar.(jurnalparlemen.com).

Tidak ada komentar: